BSPS Sultra Melejit, Hampir 9 Ribu Rumah Warga Akan Dibedah Tahun 2026

KENDARI, REALSULTRA.COM – Kabar gembira bagi masyarakat Sulawesi Tenggara. Pemerintah pusat meningkatkan secara signifikan alokasi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah di Sultra pada tahun 2026.
Jika pada tahun sebelumnya hanya tersedia 1.129 unit bantuan, tahun ini jumlahnya melonjak hingga 8.973 unit rumah, atau naik hampir delapan kali lipat.
Peningkatan tersebut diumumkan saat Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, bersama Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, meluncurkan program BSPS di Kendari, Jumat (29/5/2026).
Sebelum peluncuran, kedua menteri menyempatkan diri meninjau sejumlah rumah tidak layak huni (RTLH) di Kelurahan Poasia, Kecamatan Abeli. Dari kunjungan tersebut, pemerintah melihat langsung kondisi masyarakat yang masih tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan dan membutuhkan bantuan perbaikan.
Maruarar Sirait menegaskan, lonjakan kuota BSPS untuk Sultra merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
“Tahun lalu hanya 1.129 unit. Tahun ini meningkat menjadi 8.973 unit untuk Sulawesi Tenggara,” ungkapnya.
Menurut Maruarar, bantuan tersebut telah menyasar warga yang memang membutuhkan. Hasil peninjauan lapangan menunjukkan masih banyak rumah yang kondisinya jauh dari kata layak untuk ditempati.
Tak hanya di Sultra, peningkatan program BSPS juga terjadi secara nasional. Pemerintah menaikkan jumlah bantuan dari sekitar 45 ribu unit rumah pada tahun lalu menjadi sekitar 400 ribu unit rumah pada tahun 2026.
Sementara itu, Kepala Balai P3KP Sulawesi III, Bakhtiar, menjelaskan bahwa dari total 8.973 unit yang dialokasikan untuk Sultra, sebanyak 7.238 unit diperuntukkan bagi kawasan pesisir, 902 unit untuk wilayah perdesaan, dan 833 unit untuk wilayah perkotaan.
Setiap penerima BSPS akan memperoleh bantuan senilai Rp20 juta untuk meningkatkan kualitas rumah agar menjadi lebih aman, sehat, dan layak dihuni.
Dengan tambahan kuota yang besar tersebut, Sulawesi Tenggara menjadi salah satu daerah yang mendapatkan perhatian khusus dalam program percepatan penanganan rumah tidak layak huni yang dicanangkan pemerintah pusat tahun ini.

Editor : M@n

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup