Program Wali Kota Kendari Dorong Peduli Lingkungan, Pemulung Hadapi Ancaman Berkurangnya Barang Bekas
KENDARI — Program pengumpulan barang bekas yang dijalankan Pemerintah Kota Kendari dinilai memiliki tujuan positif, terutama dalam meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan pengelolaan lingkungan. Melalui program tersebut, barang-barang bekas yang masih memiliki nilai ekonomi dikumpulkan untuk mendukung kegiatan pengelolaan dan daur ulang sampah.
Program ini juga melibatkan aparatur sipil negara (ASN), termasuk PNS, yang diwajibkan mengumpulkan dan menyetorkan barang bekas secara rutin setiap bulan. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi volume sampah sekaligus mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
Namun, di balik tujuan baik tersebut, kebijakan ini juga memiliki sisi lain yang perlu diperhatikan. Para pemulung yang selama ini menggantungkan penghasilan dari mengumpulkan barang bekas kini harus menghadapi kemungkinan berkurangnya barang yang dapat mereka kumpulkan.
Botol plastik, kardus, kaleng, dan berbagai material bekas lainnya bukan sekadar sampah bagi pemulung. Barang-barang tersebut merupakan sumber rezeki yang mereka cari setiap hari untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Ketika masyarakat, termasuk ASN, ikut mengumpulkan barang bekas secara rutin, persaingan mendapatkan barang bernilai ekonomi menjadi semakin ketat. Kondisi ini dikhawatirkan membuat pendapatan pemulung ikut menurun karena mereka harus mencari lebih jauh atau bekerja lebih lama untuk mendapatkan barang yang sama.
Di sisi lain, kebijakan tersebut juga menambah tugas bagi ASN. Selain menjalankan tugas utama sebagai pelayan masyarakat, ASN kini memiliki kewajiban tambahan untuk mengumpulkan dan menyetorkan barang bekas setiap bulan. Hal ini menjadi perhatian karena ASN masih memiliki berbagai tugas dan tanggung jawab pemerintahan yang harus diselesaikan.
Meski demikian, program tersebut tetap memiliki manfaat dari sisi lingkungan. Pengumpulan barang bekas dapat membantu mengurangi sampah yang berakhir di tempat pembuangan, meningkatkan nilai guna material bekas, serta mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan kota.
Karena itu, program Wali Kota Kendari diharapkan dapat berjalan dengan mempertimbangkan berbagai sisi, termasuk keberadaan pemulung sebagai bagian dari sektor informal yang selama ini turut membantu mengurangi sampah dan menggerakkan ekonomi masyarakat.
Pemerintah diharapkan dapat mencari pola yang seimbang, sehingga tujuan menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan tetap tercapai tanpa mengabaikan masyarakat kecil yang menggantungkan hidup dari barang-barang bekas.
Dengan demikian, program peduli lingkungan tidak hanya memberikan manfaat bagi kebersihan Kota Kendari, tetapi juga tetap memperhatikan kesejahteraan pemulung serta efektivitas tugas ASN sebagai pelayan masyarakat.














