Jelang Silaturahmi Akbar Muna, Merawat Akar, Menyulam Persaudaraan

Ada saat ketika sebuah pertemuan bukan sekadar temu. Ia menjadi ruang pulang, tempat kenangan bertemu harapan, dan persaudaraan menemukan maknanya kembali.

Pada 19 Juli 2026, ribuan masyarakat Muna akan berhimpun dalam Silaturahmi Akbar Muna. Bukan semata memenuhi sebuah undangan, melainkan merajut kembali benang-benang persatuan yang telah lama mengikat keluarga besar Muna, di mana pun mereka berada.

Di tengah dinamika zaman dan hiruk-pikuk politik yang silih berganti, silaturahmi menjadi pengingat bahwa persatuan jauh lebih abadi daripada perbedaan. Budaya menjadi bahasa yang menyatukan, sementara adat menjadi akar yang menjaga pohon kebersamaan tetap kokoh.

Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara, La Ode Darwin, mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum ini sebagai ruang mempererat persaudaraan, merawat warisan budaya, dan menumbuhkan semangat membangun daerah dengan kebersamaan.

Silaturahmi Akbar bukan tentang siapa yang paling depan berdiri, melainkan tentang bagaimana semua dapat berjalan berdampingan. Bukan tentang siapa yang paling lantang bersuara, tetapi tentang bagaimana setiap hati kembali menemukan rumahnya dalam ikatan keluarga besar Muna.

Karena pada akhirnya, kebudayaan akan selalu hidup selama masyarakatnya terus menjaga persatuan. Dan persaudaraan akan tetap tumbuh selama masih ada ruang untuk saling merangkul.

Mari pulang sejenak pada akar. Mari bertemu dalam persaudaraan. Dari Muna, kita menjaga warisan. Dari kebersamaan, kita menata masa depan.

Editor _ realsultra.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup