Beredar Daftar Setoran Berisi Nama dan Nominal Uang, Polemik Puskesmas Nambo Kian Menghangat
KENDARI, REALSULTRA.COM – Polemik yang berkembang di lingkungan Puskesmas Nambo kembali menjadi sorotan setelah beredarnya sebuah dokumen berupa daftar tulisan tangan yang memuat sejumlah nama beserta nominal uang yang bervariasi.
Dokumen yang beredar di kalangan tertentu tersebut disebut-sebut sebagai catatan setoran yang berkaitan dengan aktivitas internal di lingkungan Puskesmas Nambo. Dalam daftar itu terlihat puluhan nama dengan nominal mulai dari ratusan ribu rupiah hingga lebih dari setengah juta rupiah.
Beredarnya dokumen tersebut semakin memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat dan menjadi perbincangan di kalangan pegawai maupun pihak yang mengikuti perkembangan polemik yang terjadi di Puskesmas Nambo.
Sejumlah tokoh masyarakat menilai Pemerintah Kota Kendari perlu segera turun tangan untuk melakukan evaluasi dan penelusuran menyeluruh guna memastikan kebenaran informasi yang beredar.
Kalau memang tidak ada persoalan, tentu harus dibuka secara terang kepada publik. Sebaliknya, jika ada yang tidak sesuai aturan, maka harus ditindak sesuai ketentuan yang berlaku,ujar salah seorang tokoh masyarakat yang meminta agar persoalan tersebut ditangani secara transparan.
Sebelumnya, Kepala Puskesmas Nambo IRMAWATI telah memberikan klarifikasi terkait isu pengelolaan dana perjalanan dinas yang menjadi perhatian publik. Ia menegaskan bahwa dana perjalanan dinas petugas lapangan bersumber dari Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dan seluruh pembayaran dilakukan melalui transfer langsung ke rekening masing-masing penerima.
Meski demikian, munculnya dokumen yang beredar tersebut dinilai semakin memperkuat perlunya langkah klarifikasi dan verifikasi dari pihak-pihak yang berwenang agar tidak menimbulkan persepsi yang berbeda di tengah masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi yang dapat memastikan keaslian dokumen maupun menjelaskan secara rinci tujuan dan dasar pengumpulan dana yang tercantum dalam daftar tersebut. Pemerintah Kota Kendari maupun pihak terkait diharapkan dapat segera memberikan penjelasan guna menghindari berkembangnya spekulasi yang berpotensi merugikan berbagai pihak.
(Redaksi Realsultra.com)






