Kasus Pajero Maut Jalan Mangkrak, DPM FKIP UHO Desak Kapolda Sultra Copot Kapolres Konawe!



KENDARI, 10 September 2026 – Kematian tragis Herlyn (21), mahasiswi FKIP UHO yang meninggal dunia setelah berjuang di ICU RSUD Bahteramas, menuai reaksi keras dari kelembagaan kampus. Ketua Umum DPM FKIP UHO, Uman Kolbi Milhar, menegaskan bahwa pihak kepolisian di wilayah hukum Konawe terkesan mengulur-ulur waktu penegakan hukum perkara kecelakaan maut tersebut.

Insiden maut yang terjadi pada 18 Agustus lalu di Jalan Poros Unaaha-Kendari melibatkan sepeda motor mahasiswa KKN dengan mobil mewah Mitsubishi Pajero milik anggota DPRD Provinsi Sultra, Ardin. Kejadian ini telah merenggut dua nyawa mahasiswa UHO sekaligus, yakni Abdul Fathir (23) dan disusul oleh Herlyn sepuluh hari kemudian.Namun, hingga dua pekan berlalu setelah kematian korban kedua, kepolisian belum juga menetapkan status hukum yang jelas terhadap pihak pengemudi Pajero maut tersebut.

Kasus ini sudah berjalan dua pekan lebih sejak korban wafat, tetapi proses hukumnya jalan di tempat dan tidak tuntas. Kami melihat ada kejanggalan dan kesan tebang pilih karena melibatkan kendaraan milik oknum pejabat. Oleh karena itu, kami meminta dengan tegas kepada Kapolda Sultra untuk segera mencopot Kapolres Konawe karena dinilai gagal dan tidak becus menegakkan keadilan bagi instansi kepolisian! tegas Uman Kolbi dalam orasinya, Kamis (10/9/2026).

Pernyataan Sikap Resmi DPM FKIP UHO:

1. Copot Kapolres Konawe: Mendesak Kapolda Sultra mengambil alih perkara ini dan mencopot Kapolres Konawe atas lambatnya proses hukum terhadap kasus yang menghilangkan dua nyawa mahasiswa.

2. Segera Tangkap Pelaku: Menuntut Satlantas Polres Konawe atau Ditlantas Polda Sultra untuk segera melakukan penahanan dan menaikkan status hukum pengemudi mobil SUV Pajero yang terlibat kelalaian fatal.

3. Usut Transparan Tanpa Intervensi: Meminta jaminan hukum bahwa kepemilikan mobil oleh anggota dewan (DPRD Sultra) tidak menjadi alasan bagi penyidik untuk memperlambat proses keadilan.

4. Instruksi Aksi Massa: DPM FKIP UHO mengonsolidasikan seluruh Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) FKIP serta kelembagaan internal se-UHO untuk bersiap turun ke jalan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di Mapolda Sultra jika tuntutan ini diabaikan dalam waktu dekat.

Dua rekan kami pulang KKN membawa kain kafan, sementara pelaku penabrak masih menghirup udara bebas tanpa status hukum yang jelas. Kami tidak akan tinggal diam. Jika Kapolres Konawe tidak mampu menyelesaikan ini secara tuntas, silakan angkat kaki dari jabatannya. Kami akan kawal kasus ini sampai tuntas ke liang lahat keadilan!” pungkas Uman.

Editor _Man

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tutup