Forum Kajian Pengembangan Mahasiswa UHO (FKPM UHO) Tolak Calon Rektor yang Tidak Berpihak pada Tridarma Perguruan Tinggi dan Kebutuhan Mahasiswa.
KENDARI – Forum Kajian Pengembangan Mahasiswa Universitas Halu Oleo (FKPM UHO) menyatakan sikap tegas menolak calon Rektor Universitas Halu Oleo yang dinilai tidak memiliki keberpihakan terhadap pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi maupun kebutuhan mahasiswa.
Pernyataan sikap tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian terhadap masa depan Universitas Halu Oleo (UHO), di tengah proses pemilihan rektor yang akan menentukan arah kebijakan kampus untuk lima tahun mendatang.
FKPM UHO menilai, pemilihan rektor tidak boleh dipandang sekadar sebagai pergantian pimpinan, melainkan momentum strategis untuk menghadirkan kepemimpinan yang mampu memperkuat kualitas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta meningkatkan kesejahteraan sivitas akademika.
Dalam keterangannya, FKPM UHO menegaskan bahwa UHO membutuhkan sosok pemimpin yang berintegritas, memiliki kapasitas akademik, rekam jejak yang baik, serta berani melakukan pembenahan tata kelola kampus secara profesional, transparan, dan akuntabel.
Universitas Halu Oleo membutuhkan pemimpin yang benar-benar memahami persoalan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan, serta memiliki komitmen nyata dalam mengimplementasikan Tridarma Perguruan Tinggi.
Kepemimpinan kampus harus menghadirkan kebijakan yang berpihak pada peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan riset, penguatan pengabdian kepada masyarakat, dan kesejahteraan seluruh sivitas akademika,” demikian pernyataan FKPM UHO.
FKPM UHO juga menyoroti masih adanya berbagai persoalan yang memerlukan perhatian serius pimpinan universitas. Di antaranya peningkatan kualitas layanan akademik, transparansi tata kelola kampus, penguatan organisasi kemahasiswaan, penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai, hingga dukungan terhadap pengembangan prestasi mahasiswa.
Menurut FKPM UHO, seluruh persoalan tersebut membutuhkan kepemimpinan yang responsif, terbuka, berintegritas, dan mampu membangun komunikasi yang baik dengan seluruh sivitas akademika.
Selain itu, FKPM UHO menegaskan bahwa marwah perguruan tinggi harus dijaga melalui kepemimpinan yang bersih, profesional, akuntabel, serta menjunjung tinggi prinsip meritokrasi. Rektor juga diharapkan mampu menjaga independensi kampus dari kepentingan politik praktis maupun kepentingan kelompok tertentu.
FKPM UHO mengingatkan bahwa jabatan rektor merupakan amanah besar yang akan menentukan arah kebijakan Universitas Halu Oleo pada berbagai aspek strategis. Karena itu, seluruh pihak yang memiliki hak suara diharapkan menggunakan kewenangannya secara objektif dengan mengedepankan integritas, kapasitas, rekam jejak, dan visi pembangunan kampus yang berorientasi pada kemajuan institusi.
Sebagai wadah intelektual mahasiswa, FKPM UHO menegaskan bahwa pernyataan sikap tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral dalam mengawal kualitas kepemimpinan Universitas Halu Oleo. Sikap itu tidak ditujukan kepada individu tertentu, melainkan sebagai dorongan agar proses pemilihan rektor berlangsung secara demokratis, transparan, objektif, dan mengutamakan kepentingan universitas.
Di akhir pernyataannya, FKPM UHO mengajak seluruh sivitas akademika Universitas Halu Oleo untuk bersama-sama menjaga marwah kampus dengan menghadirkan kepemimpinan yang berintegritas, menjunjung tinggi nilai-nilai Tridarma Perguruan Tinggi, menghormati kebebasan akademik, berpihak pada kepentingan mahasiswa, serta mampu membawa UHO menjadi perguruan tinggi yang unggul, berdaya saing, dan dipercaya masyarakat.
Editor _ BT














